Thursday, 25 June 2026

Guritno Sebut Tiap Hari Rata-Rata 225 Warga Papua Selatan Terdiagnosis Malaria

adminIKP
23 June 2026
16 views
3 menit baca
Guritno Sebut Tiap Hari Rata-Rata 225 Warga Papua Selatan Terdiagnosis Malaria

Selasa,23 Juni 2026

Merauke - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno menyebut rata-rata setiap harinya rata-rata 225 warga Papua Selatan terdiagnosis penyakit malaria

Agustinus menyampaikan hal itu saat mewakili Gubernur Apolo Safanpo menyampaikan sambutan sekaligus membuka pertemuan tingkat tinggi percepatan imunisasi, pengendalian malaria, dan penurunan kematian ibu dan anak di Papua Selatan di Swissbel-hotel Merauke, Selasa (23/6/2026).

Agustinus Joko Guritno mengatakan, dari laporan panitia bahwa setiap hari rata-rata 225 warga Papua Selatan terdiagnosis malaria.

"Saya ingin kita merenungkan angka itu selama dua hari pertemuan ini berlangsung,"kata Guritno.

Ia menyatakan, kurang lebih 450 orang akan jatuh sakit malaria, sebagian besar dari mereka adalah orang asli Papua, lainnya lagi adalah anak-anak dan balita.

Pertanyaannya bukan lagi pada masalahnya. Pertanyaannya adalah apa yang kita putuskan hari ini untuk mengubahnya dikemudian hari.

Tema pertemuan ini adalah "Papua Selatan Bangkit, Imunisasi Lengkap, Bebas Malaria, Ibu dan Anak Selamat untuk Generasi Anim Ha." Anim Ha dalam kearifan lokal Marind berarti manusia yang hidup, manusia yang sejati.

"Generasi Anim Ha yang kita cita-citakan adalah generasi Papua Selatan yang akan tumbuh sehat, terlindungi dari penyakit yang bisa dicegah, dan dilahirkan oleh ibu yang selamat,"ujarnya.

"Visi itu tidak akan terwujud jika kita terus bekerja sendiri-sendiri menurut tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing tanpa satu komando dan satu arah yang sama,"kata dia.

Percepatan cakupan imunisasi dasar lengkap, pengendalian malaria, angka kematian ibu dan anak di Provinsi Papua Selatan, sebagai wujud penguatan komitmen lintas sektor, sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 24 tahun 2023.

Pertemuan yang digelar oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P2KB) Provinsi Papua Selatan tersebut bakal berlangsung selama dua hari yakni Selasa-Rabu, 23-24 Juni 2026 di Swissbel-hotel Merauke.

"Saya mendengar data dan fakta yang dipaparkan panitia menegaskan satu hal bahwa kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi,"tegas dia.

"Sebelum saya bicara soal kebijakan dan regulasi, izinkan saya mengajak semua yang hadir membayangkan satu hal.Pagi ini, saat kita duduk di ruangan ber-AC ini, di kampung-kampung sepanjang sungai digoel, pesisir Asmat, pesisir Merauke, ada seorang ibu yang menggendong anaknya yang demam menggigil karena malaria,"ujarnya.

Lanjut dia, ia harus menempuh perjalanan berjam-jam menyusuri untuk mencapai Puskesmas terdekat. Ada bayi yang belum pernah mendapatkan satu pun suntikan imunisasi karena tidak ada petugas yang menjangkau kampungnya.

Tak hanya itu, kata dia, ada ibu hamil yang mengalami pendarahan dan tidak tahu harus kemana. Ini bukan cerita dari masa lalu. Tetapi terjadi hari ini.

Guritno menyampaikan terima kasih kepada United Nations Inernational Children's  Emergency Fund (UNICEF) dan Global Alliance for Vaccnes and Immunization (GAVI) yang telah membuktikan bahwa kemitraan internasional bukan sekedar wacana melainkan dukungan mereka nyata dan kita rasakan manfaatnya hingga hari ini.

"Saya tidak ingin pertemuan ini berakhir sebagai ritual. Tapi menghasilkan sebuah komitmen,"tegas Agustinus Joko Guritno.

Ia menantang seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merumuskan rencana tindak lanjut yang kongkrit dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Guritno menambahkan, bukan rencana yang indah diatas kertas, tetapi rencana yang memuat siapa melakukan apa, kapan dan dengan anggaran berapa. Saya akan meminta laporan kemajuannya secara berkala.

Usai menyampaikan sambutan, mewakil Gubernur Apolo, Agustinus Joko Guritno menabuh tifa pertanda kegiatan akbar itu resmi dibuka.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

Tags:

PapuaSelatan, Pengendalian Malaria, Kesehatan Masyarakat, Agustinus Joko Guritno

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditinjau oleh admin sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait