Gubernur Apolo: Perkebunan Tebu di Merauke Pekerjakan 3.500 Karyawan
Sabtu,30 Mei 2026
Merauke - Proyek perkebunan tebu yang beroperasi di Kampung Seramayam, Distrik Tanah Miring, Kabupaten kini tengah mempekerjakan kurang lebih sekitar 3.500 karyawan
Demikian disampaikan Gubernur Apolo Safanpo kepada wartawan setelah menyampaikan materi dalam diskusi yang dilakukan Barisan Merah Putih (BMP) RI bekerja sama dengan BMP Kota Jayapura di Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Sabtu (30/5/2026).
Apolo mengatakan, hingga kini kurang lebih sudah 3.500 karyawan yang direkrut dan bekerja di perusahaan tebu, tahun depan sudah mulai berproduksi.
"Kan selama 10 tahun melakukan riset, dan dua tahun ini pembibitan lalu mulai tahun ini penanaman untuk produksi di tahun depan,"kata dia.
Menurut dia, pabriknya sementara sedang dibangun empat pabrik dan akan selesai pada Desember 2026. Selanjutnya,pada 2027 mendatang, produksi pertama.
Ia mengatakan, ketika pabrik sudah berproduksi akan menambah tenaga yang direkrut. Sehingga, beroperasi maksimum di 2029 maka sekitar 15 ribu tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengisi semua kebutuhan tenaga kerja.
"Kami sudah panggil pihak perusahaan dan pelaksana, supaya dalam melakukan rekruitmen tenaga kerja itu mengutamakan orang asli Papua (OAP)," ujarnya.
Lanjut Gubernur Apolo, baik dari kabupaten dalam cakupan wilayah Provinsi Papua Selatan maupun Provinsi Papua yang lain.
Proyek perkebunan dan pabrik tebu di Merauke, Papua Selatan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan menjadi sentra produksi gula dan bioetanol terbesar di Indonesia Timur.
Proyek raksasa ini dikelola oleh beberapa korporasi swasta, dengan PT Global Papua Abadi (GPA) di bawah naungan Merauke Sugar Group sebagai salah satu pengembang utamanya.
Disela-sela wawancara, Gubernur Apolo mengaku diskusi publik yang digelar oleh BMP RI bekerja sama dengan BMP Kota Jayapura ini mengusung tema PSN dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Diskusi ini sangat bagus untuk kita mengklarifikasi isu-isu yang berkembang dimasyarakat melalui berbagai media baik cetak, elektronik, dan media sosial,"kata dia.
Tapi juga, kata dia, diskusi ini sangat baik, pemerintah bisa menjelaskan sekaligus memberikan edukasi tentang program- program pembangunan strategis yang dilakukan oleh pemerintah, baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota di tanah Papua.
"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada barisan merah putih dan juga kepada panitia yang menyelenggarakan kegiatan ini,"ujarnya.
Ia berharap mudah-mudahan melalui kegiatan ini, masyarakat dan mahasiswa yang hadir bisa mendapatkan edukasi dari para narasumber yang hadir.
Tapi juga memberikan informasi yang berimbang terhadap semua isu-isu tentang PSN yang berkembang saat ini.
Apolo mengatakan, berbagai masukan-masukan yang disampaikan dari para penanggap sesuai dengan kondisi faktual yang dihadapi di lapangan bakal menjadi laporan.
"Ini akan menjadi laporan kami dan juga bagian dari evaluasi yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan selanjutnya,"tambah dia.
Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan
Tags:
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Disnakertrans-WWF Bahas Pengelolaan Susut Sisa Pangan Energi Terbarukan
Kamis,25 Juni 2026Merauke -Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Papua Selatan bersama World Wildlife Fund (WWF) Indonesia menggelar lokakarya pembahasan pengelolaan susu...
Kemenko Polkam-Pemprov Papsel Diskusikan Pengelolaan Perbatasan dan Perlindungan WNI di PNG
Kamis,25 Juni 2026Merauke - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI beserta Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendiskusikan pengelolaan wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG) d...
Pemprov Papua Selatan Harap FGD Tahap I Multipol Hasilkan Tiga Hal Ini
Kamis,25 Juni 2026Merauke - Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap Focus Group Discusion (FGD) tahap I Multipol dapat menghasilkan tiga halDemikian disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Ke...