Sekda Ferdinandus Kunjungi Tempat Pengasingan Bung Hatta di Boven Digoel
Jumat,1 Mei 2026
Sekda Ferdinandus Kunjungi Tempat Pengasingan Bung Hatta di Boven Digoel
Boven Digoel - Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu mengunjungi tempat pengasingan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan termasuk Bung Hatta di Kabupaten Boven Digoel
Ia memanfaatkan momentum 1 Mei 2026 sebagai hari integrasi dan hari buruh dengan mengunjungi tempat pengasingan Bung Hatta dan tokoh pejuang kemerdekaan lainnya pada Jumat (1/5/2026).
Pantauan, ia mengunjungi setiap ruang pengasingan dan sempat duduk dikursi disekitar area penjara tua ini. Dia juga mengamati tulisan berbahan cat putih di sepotong papan yang digantung persis didepan setiap ruang pengasingan.
Disela-sela kunjungan, Sekda Ferdinandus meminta agar setiap ruang pengasingan diberi nama, semisal ruang pengasingan Bung Hatta dan selanjutnya.
Dengan begitu, kata dia, wisatawan yang berkunjung dapat mengetahui ruang Bung Hatta serta para tokoh kemerdekaan lainnya diasingkan diruang mana saja.
Lanjut dia, nama-nama tokoh pejuang kemerdekaan yang ditawan disitu juga harus ditulis satu persatu lalu diletakkan dibagian depan penjara tua tersebut.
Selain itu, Ferdinandus juga meminta agar ada kejelasan terkait nama masing-masing bahan bangunan yang digunakan untuk membangun tempat pengasingan ini.
Ia mengatakan, ini juga dapat menolong pengunjung tempat pengasingan bersejarah itu,disisi lain menarik banyak wisatawan berkunjung ke penjara peninggalan Belanda itu.
Dari data yang diperoleh Boven Digoel adalah kamp pengasingan dan penjara kolonial Belanda (1927-1943) di Papua Selatan yang terkenal terisolasi dan kejam, sering digunakan untuk membuang tokoh pergerakan.
Soekarno, Hatta, dan tokoh nasional lainnya pernah diasingkan di sini, menjadikan daerah ini simbol perlawanan dan penderitaan pahlawan.
Didirikan pada 18 November 1926 oleh Gubernur Jenderal de Graeff untuk mengasingkan pemberontak, terutama setelah pemberontakan PKI.
Lokasinya terletak di pinggir kota di daerah Tanah Merah, Boven Digoel, Papua Selatan. Lingkungannya sangat tidak ramah, berawa-rawa, panas, dan dipenuhi nyamuk malaria serta buaya.
Tokoh yang ditahan Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Sayuti Melik, dan Mas Marco Kartodikromo pernah ditahan di sini.
Kondisi Penjara yakni tahanan politik dipisahkan, dengan sel sempit dan pengap untuk yang dianggap keras kepala.
Namun, Boven Digoel lebih dikenal sebagai tempat "pembuangan" di mana tahanan dilepas namun tidak bisa melarikan diri karena hutan belantara. Saat ini, lokasi tersebut menjadi tempat bersejarah dan situs wisata sejarah.
Meskipun secara historis sering dikaitkan dengan Soekarno sebagai salah satu tempat pembuangannya, tokoh-tokoh seperti Hatta menghabiskan waktu lebih lama di kamp pengasingan ini.
Biro Umum Setda Provinsi Papua
Tags:
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Mentan Gelar Gerakan Tanam Padi Bersama di Waninggap Kai Merauke
Sabtu, 4 Juli 2026Merauke - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman bersama jajaran didampingi Gubernur Apolo Safanpo dan Bupati Merauke Yoseph B Gebze menggelar gerakan tanam padi bersama...
Mentan Amran Dorong Petani Merauke Maju dan Sejahtera
Sabtu, 4 Juli 2026Merauke - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman mendorong para petani di Distrik Semangga khususnya di Kampung Waninggap Kai, Kabupaten Merauke, Papua Selatan agar terus...
Pemprov Papua Selatan Gelar Rapat Mantapkan Persiapan HUT ke-81 Kemerdekan RI
Kamis,2 Juli 2026Merauke - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggelar rapat untuk memantapkan persiapan panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun iniRapat tersebut dipimpin oleh Asisten II Bid...