Saturday, 04 July 2026

Mentan Amran Dorong Petani Merauke Maju dan Sejahtera

Bernardus
04 July 2026
4 views
3 menit baca
Mentan Amran Dorong Petani Merauke Maju dan Sejahtera

Sabtu, 4 Juli 2026

Merauke - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman mendorong para petani di Distrik Semangga khususnya di Kampung Waninggap Kai, Kabupaten Merauke, Papua Selatan agar terus maju dan sejahtera

Dorongan itu disampaikan dalam sambutannya setelah menggelar gerakan tanam padi bersama di Kampung Waninggap Kai, Merauke, Sabtu (4/7/2026).

Dukungan serta dorongan tesebut berupa beragam alat dan mesin pertanian (alsintan).

Mentan Amran mengatakan bantuan untuk para petani di Papua Selatan untuk tahun ini senilai Rp1,3 triliun dalam bentuk peralatan pertanian serta gudang pupuk.

Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan peralatan pertanian yang disiapkan dan diserahkan untuk masyarakat.

"Kami bangga datang dan melihat pengelola operator adalah putra daerah Semangga,inilah tujuannya, transfer teknologi ke putra-putri terbaik daerah,"kata dia dalam sambutan.

Menurut Mentan, teknologi yang digunakan di Papua Selatan khusus di Waninggap Kai, sejajar dengan yang digunakan di Jepang, Amerika dan negara-negara lainnya.

"Kami baru berkunjung dari sana, kemajuan dan teknologi pertanian yang digunakan sama,"ujarnya sembari menyemangati para petani.

Ia mengatakan, penanaman padi di Merauke hingga kini masih dua kali tanam dalam satu tahun, namun bakal didorong menjadi tiga kali tanam dalam setahun.

"Ini demi untuk kesejahteraan masyarakat, kemudian pendapatan petani naik tiga kali lipat 30 persen,"kata Mentan Amran.

Mentan menyebut, seluruh peralatan pertanian yang diserahkan, untuk masyarakat Semangga. Kini, alsintan yang digunakan petani mulai dari tanam, pembibitan, hingga panen semuanya menggunakan teknologi tinggi.

Ia mengajak semua pihak agar saling berkolaborasi, jangan saling menghujat, tak ada orang berhasil lantaran saling menghujat.

"Orang berhasil itu saling bergandengan tangan, kita baku pelihara, tumbuh bersama, kita butuh kolaborasi,"ujar Mentan Amran.

Dari 100 ribu hektar sawah, kata Mentan, pendapatan petani secara keseluruhan kurang lebih sekitar Rp1,6 triliun setiap tahun.

Lanjut dia, namun kalau bisa dijaga dengan baik maka pendapatannya bisa mencapai Rp13 triliun tiap tahun, tapi syaratnya tiga kali tanam, kemudian produksinya 7 ton.

"Sekarang ada metode baru bisa 10 ton, tapi cukup 7 ton bisa menghasilkan pendapatan Rp13 triliun per tahun, ini tujuan pemerintah,"kata Mentan.

Mentan Amran meminta agar 100 ribu hektar sawah tesebut dikawal dan dijaga dengan baik.

Disela-sela sambutan dan kesempatan yang diberikan untuk masyarakat bertanya, para petani mengeluhkan bahan bakar minyak (BBM) solar untuk alsintan yang digunakan.

Mentan Amran langsung memerintahkan salah satu Dirjen menghubungi dan berkoordinasi dengan  pihak pertamina, alhasil Pertamina siap membantu.

Dia menambahkan, masyarakat di Papua Selatan yang meminta bantuan cetak sawah, bukan program pemerintah tetapi milik rakyat, bukan milik negara.

"Kita ingin masyarakat petani sejahtera di seluruh Indonesia,"kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Sekedar informasi, Mentan bersama jajaran didampingi Gubernur Apolo Safanpo dan Bupati Merauke Yoseph B Gebze menggelar gerakan tanam padi bersama di Kampung Waninggap Kai.

Selain Gubernur Apolo dan Bupati Yoseph, kunjungan kerja Mentan Amran juga didampingi oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten dan provinsi.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

Tags:

Mentan Amran, Petani Merauke, Papua Selatan, Ketahanan Pangan

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditinjau oleh admin sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait