Lindungi Tenaga Kerja, Pemprov Papua Selatan Gandeng BPJS Ketenagakerjaan
Senin,24 November 2025
Merauke - Guna melindungi tenaga kerja, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama antara pemerintah provinsi dan BPJS Ketenagakerjaan selama tiga tahun kedepan
"Pelatihan atau planning yang kita lakukan dengan BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan kebutuhan,"kata Gubernur Apolo Safanpo kepada pers di Merauke, Senin (24/11/2025).
Semisal, kata dia, pada 2026 nanti, sudah beroperasi pabrik yang memproduksi gula dari tebu, maka tenaga kerja yang disiapkan kesana harus mampu mengoperasikan pabrik gula.
"Tenaga kerja yang kita latih untuk mengoperasikan mesin jonder berbeda lagi, instrukturnya beda, teknologinya beda, kompetensi yang dibutuhkan juga berbeda,"ujarnya.
Demikian juga dengan kompetensi lain. Pemerintah Provinsi Papua Selatan melakukan pelatihan ini secara bertahap. Semisal saat ini membutuhkan tenaga kerja di bidang engineering maka dilakukan pelatihan di bidang engineering.
Lantaran, menurut dia, alatnya berbeda, teknologinya berbeda, sistem kerjanya berbeda, manajemennya beda. Untuk itu, Dinas Tenaga Kerja harus menata tahap pertama yang dilatih skill untuk keperluan apa.
Lanjut dia, karena Balai Latihan Kerja (BLK) Papua Selatan terbatas, hanya untuk penggergajian kayu, kontruksi kayu, kontruksi baja.
"Kita mesti melatih orang sesuai dengan kompetensi yang kita butuhkan,"kata dia.
Terkait perlindungan tenaga kerja, kata dia, sesuai dengan nota kesepahaman kerjasama antara pemerintah dan Pemerintah Papua Selatan, memang itu menjadi kewajiban pemerintah.
Ia menyebut, baik untuk perlindungan tenaga kerja maupun untuk kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Namun, untuk mengkaver seluruh tenaga kerja yang ada, jumlah anggarannya sangat terbatas.
"Kalau misalnya kita bisa mengcover seluruh tenaga kerja, itu jauh lebih baik, tetapi apabila ada keterbatasan anggaran maka mana yang harus di prioritaskan,"ujarnya.
Ia menambahkan, lebih pada tenaga kerja yang sangat rentan, resiko pekerjaannya paling berhubungan dengan resiko tertinggi.
Tags:
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Sambut HUT ke-2, DPR Papua Selatan Pererat Silaturahmi dan Dekatkan Diri dengan Masyarakat
Kamis, 29 Oktober 2026 SALOR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Selatan, Heribertus Silfinus Silubun, S.H., mengajak masyarakat untuk terus mempererat silaturahmi, menjaga kebersama...
Dinsos Papua Selatan Bentuk Tim Sosialisasi Program GEMAS HA-ANIM, Sasaran Empat Kabupaten
Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Selatan, Fidelis Nggol, memimpin rapat koordinasi pembentukan Tim Sosialisasi Program GEMAS HA-ANIM (Generasi Emas Papua Selatan) di Kantor Dinas Sosial Provinsi Pap...
Pemprov Papua Selatan Perkuat Pemahaman Hukum melalui Sosialisasi Tugas dan Wewenang Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara
MERAUKE - Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengikuti Sosialisasi Tugas dan Wewenang Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Republik Indonesia yang turut dihadiri jajaran Kejaksaan Ne...