Sekolah Lapang Penangkaran Benih Padi IPB 9G dan 15S Perkuat Kapasitas Petani di Tanah Miring
Tanah Miring - Dalam rangka meningkatkan kapasitas petani dalam produksi benih padi bermutu, Tim 2 Ekspedisi Patriot IPB University melaksanakan Sekolah Lapang Penangkaran Benih Padi Varietas IPB 9G dan IPB 15S di Distrik Tanah Miring, Papua Selatan pada 2 dan 3 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus diskusi bagi petani dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan perbenihan tanaman pangan.
Sekolah lapang menghadirkan Abbas Alibasyah, S.P., Pengawas Benih Tanaman dari BPSB Jawa Barat dan Daniel Moya, S.P. dari Dinas Pertanian Papua Selatan sebagai pemateri. Kegiatan turut melibatkan berbagai stakeholder perbenihan, antara lain, Balai Benih Utama, Dinas Pertanian Papua Selatan, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke, serta petani padi dari berbagai kampung di wilayah Distrik Tanah Miring.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai Prosedur Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, pengenalan varietas padi IPB 9G dan IPB 15S, serta teknik roguing pada tanaman padi. Materi sertifikasi memberikan pemahaman kepada petani mengenai tahapan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam menghasilkan benih yang dapat disertifikasi. Sementara itu, pengenalan varietas dan teknik roguing membantu petani dalam menjaga kemurnian varietas pada pertanaman penangkaran.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi pembelajaran. Sesi pertama berlangsung di dalam ruangan melalui penyampaian materi dan diskusi bersama pemateri serta stakeholder perbenihan. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis, tetapi juga dapat berdiskusi mengenai berbagai kondisi dan permasalahan yang ditemui dalam kegiatan penangkaran benih di lapangan.
Selanjutnya, pada sesi kedua peserta diajak menuju lahan demplot untuk melihat secara langsung varietas IPB 9G dan IPB 15S yang diintroduksikan. Pada sesi praktik ini, peserta belajar mengenali karakteristik tanaman dan mengamati perbedaan antara tanaman yang sesuai dengan karakter varietas dengan tanaman yang menyimpang dan tidak dapat digunakan dalam proses sertifikasi.
Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran teknik roguing, yaitu kegiatan mengidentifikasi dan menyingkirkan tanaman yang tidak sesuai dengan karakteristik varietas. Dengan melihat langsung kondisi tanaman di lapangan, petani diharapkan dapat lebih mudah menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan penangkaran di lahan masing-masing.
Melalui sekolah lapang ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan petanidalam penangkaran benih semakin meningkat. Kolaborasi antara petani, penyuluh,lembaga perbenihan, dan pemerintah juga diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendukung ketersediaan benih padi bermutu serta pengembangan sistem perbenihan di PapuaSelatan.
Sumber: Tim Ekspedisi Patriot 2026 Institut Pertanian Bogor
Galeri Gambar
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Telkom Papua Klarifikasi Informasi Hoaks Terkait Gangguan Kabel Laut Sorong–Papua
Jayapura – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Witel Papua memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya dokumen yang mengatasnamakan Telkom mengenai informasi “Gangguan Kabel Laut Sorong – Papua dan...
Kerja Nyata ASN Papua Selatan Berbuah Penghargaan Nasional
Pemerintah Provinsi Papua Selatan menerima Piagam Penghargaan atas hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2025 dengan predikat nilai B dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur N...
Pemprov Papua Selatan Gelar Dialog Investasi Se-Provinsi Papua Selatan, Dorong Penguatan Ekonomi Daerah Tahun 2025
Merauke — 10 Desember 2025. Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Dialog Investasi Se-Provinsi Papua Selatan yang berlang...