Resmikan Asrama Pelajar SMAK Asmat, Gubernur Apolo Tekankan Pendidikan Karakter

Bernardus
02 August 2026
8 views
3 menit baca
Resmikan Asrama Pelajar SMAK Asmat, Gubernur Apolo Tekankan Pendidikan Karakter
Sabtu,1 Agustus 2026

Merauke - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi peserta didik masa kini 

Penekanan itu disampaikannya sebelum meresmikan asrama pelajar dan laboratorium komputer SMAK Seminari Yohanes Penginjil Asmat, Sabtu (1/8/2026).

Apolo menjelaskan bahwa tujuan pendidikan di seluruh negara didunia, penyelenggara pendidikan di semua satuan pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi umumnya ada dua tujuan.

Pertama, penyelenggaraan pendidikan untuk memberikan ilmu, pengetahuan dan teknologi kepada peserta didik, disebut aspek pengetahuan atau knowledge education.

Kedua, penyelenggaraan pendidikan untuk memberikan keterampilan atau skill kepada peserta didik, biasanya disebut pendidikan ketrampilan/skill education. 

Menurut dia, ilmu, pengetahuan dan teknologi serta keterampilan disebut kompetensi, semua lembaga pendidikan didunia  terus mengejar kompetensi.

Tetapi, lanjut dia, dahulu pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga keagamaan, menempatkan ilmu, pengetahuan dan teknologi di urutan kedua.

Sedangkan pendidikan keterampilan atau skill ditempatkan diurutan ketiga. Tujuan utama pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga keagamaan yaitu mendidik anak agar berlaku jujur.

"Bagimana supaya anak-anak didik untuk berlaku adil, menjadi orang yang disiplin, menghargai dan menghormati orang lain, disebut pendidikan nilai atau value education,"kata dia.

Ia mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 disebut pendidikan budi pekerti atau pendidikan karakter.

Lebih lanjut dia menyatakan, pendidikan nasional disebutkan bahwa tujuan pembangunan pendidikan untuk menghasilkan manusia Indonesia yang utuh.

"Manusia yang utuh harus memiliki tiga unsur yakni budi pekerti, ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan dan skill. Jika salah satu diantaranya tidak dimiliki maka bukan manusia yang utuh,"kata dia.

Apolo mencotohkan, anak didik itu pintar, ilmu, pengetahuan dan teknologi serta keterampilan, kompetensinya tinggi, tetapi tidak jujur, tidak adil, tidak disiplin, tidak menghargai dan menghormati orang lain maka bukan manusia yang utuh.

Sebaliknya, anak didik itu rajin sembayang, jujur, berlaku adil, menghargai dan menghormati orang lain tetapi tidak memiliki ilmu, pengetahuan dan teknologi serta keterampilan, kompetensi juga bukan manusia yang utuh

Menurutnya, pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga keagamaan selaras dan sesuai dengan tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan.

Maka, kata Apolo, dahulu lembaga pendidikan keagamaan menyelenggarakan pendidikan pola asrama dengan tujuan menerapkan pendidikan budi pekerti, karakter dan nilai.

"Mendidik orang untuk berlaku jujur, adil, disiplin menghargai dan menghormati orang lain,"ujar Gubernur Apolo Safanpo.

Ia mengatakan, sepanjang peradaban manusia, seseorang dipilih untuk menjadi pemimpin bukan karena pintar, memiliki ilmu, keterampilan, kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi.

Dia menambahkan, seseorang diberi amanah dan restu untuk memimpin lantaran jujur, berlaku adil, disiplin, menghargai dan menghormati orang lain.

Usai menyampaikan sambutan, Gubernur Apolo didampingi Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo beserta pejabat lainnya memotong pita pertanda asrama pelajar dan laboratorium komputer SMAK Seminari Yohanes Penginjil Asmat secara resmi diresmikan.

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

Tags:

Papua Selatan Apolo Safanpo Asmat Pendidikan Karakter

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditinjau oleh admin sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait