Gubernur Apolo Safanpo Hadiri Peresmian Rumah Adat Jew di Kampung Syuru

Bernardus
02 August 2026
10 views
2 menit baca
Gubernur Apolo Safanpo Hadiri Peresmian Rumah Adat Jew di Kampung Syuru
Sabtu,1 Agustus 2026

Merauke - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bersama Forkopimda provinsi setempat menghadiri peresmian rumah adat Jew di Kampung Syuru, Distrik Agats, Kabupaten Asmat

Peresmian Rumah Adat Jew ditandai dengan pelaksanaan  pesta adat Jew yang dilakukan oleh suku Asmat, Sabtu (1/8/2026).

"Kami Forkopimda Papua Selatan datang menghadiri undangan dari para kepala kampung dan tetua adat untuk menghadiri pesta Jew baru,"kata Gubernur Apolo dalam sambutannya.

Apolo menjelaskan, setelah pihaknya berkoordinasi dengan Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo dan jajaran mengenai waktu pelaksanaan pesta Jew yang semula diundang pada Sabtu, 25 Juli 2026 lalu.

Namun, lanjut dia, lantaran kesibukan lain sehingga pelaksanaan pesta Jew baru dilaksanakan hari ini, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Ia mengatakan, kehadirannya beserta rombongan dalam peresmian ini untuk berpartisipasi sekaligus melihat upacara adat adat yang dilakukan oleh suku Asmat secara khusus Kampung Syuru.

Masyarakat Syuru menyebut, ada empat kampung yang menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam pesta adat tersebut, masing-masing Kampung Syuru, Asyet, Kaye, dan Kampung Fayit.

Rumah Jew atau dikenal sebagai Rumah Bujang merupakan salah satu rumah adat yang berasal dari suku Asmat, Provinsi Papua Selatan.

Rumah Jew yang memiliki beberapa nama lain yaitu Je, Jeu, Yeu, atau Yai ini merupakan rumah panggung berbentuk persegi panjang yang terbuat dari kayu dan dinding beserta atapnya terbuat dari daun pohon sagu atau pohon nipah yang telah dianyam.

Keunikan rumah Yahudi ini terletak pada kenyataan bahwa rumah ini sama sekali tidak menggunakan paku, melainkan menggunakan akar rotan sebagai penghubung.

Rumah Jew di Kampung Syuru, Agats disebut sebagai Rumah Bujang karena dalam rumah inilah tempat berkumpulnya laki-laki yang belum berkeluarga atau yang masih berstatus bujang. Anak-anak dibawah umur 10 tahun, wanita tidak perbolehkan masuk kedalam Rumah Jew ini.

Rumah ini juga dikenal sebagai pusat budaya di mana para tetua berkumpul dan tempat pembuatan kerajinan tangan khas Asmat.

Sekedar informasi, Gubernur Apolo Safanpo bersama Forkopimda menghadiri peresmian rumah adat Jew setelah mengunjungi warga Kampung Warse, Distrik Jetsy.

Gubernur Apolo beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat untuk menyerahkan hibah dermaga beserta terminal penyebrangan Ewer-Agats di kali Aswet sebagai pintu masuk melalui akses jalan KAMSA menuju lapangan terbang Ewer pada Jumat (31/7/2026).

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

Tags:

Papua Selatan Apolo Safanpo Asmat Rumah Adat Jew

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditinjau oleh admin sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait