Festival Kali Maro, Paskalis: Papua Selatan Berkomitmen Lestarikan Nilai-Nilai Budaya

Bernardus
01 October 2026
10 views
4 menit baca
Festival Kali Maro, Paskalis: Papua Selatan Berkomitmen Lestarikan Nilai-Nilai Budaya
Kamis,1 Oktober 2026

Merauke - Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus berkomitmen melestarikan nilai-nilai budaya di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan,Paskalis Prayitno saat mewakili Gubernur Apolo Safanpo mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus melestarikan nilai-nilai budaya yang hidup dan berkembang di daerah tersebut, khususnya di empat kabupaten yang ada.

Empat kabupaten dalam cakupan Provinsi Papua Selatan meliputi Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Kabupaten Asmat.
Festival Kali Maro berlangsung di Kawasan Yonggo, Dusun Serapuh, Kampung Urumb, Distrik Semangga, Kamis (1/10/2026).

Dalam sambutannya mewakili Gubernur Apolo, Paskalis menyebut salah satu upaya yang telah dilakukan untuk melestarikan budaya adalah membangun kerja sama dengan Yayasan Kali Maro Bangkit dalam rangka melestarikan budaya dan adat Marind.

Lanjut dia, sekaligus mengenang seluruh proses memanusiakan manusia yang telah dilakukan oleh para misionaris pada masa terdahulu di wilayah ini.

Paskalis menjelaskan, Papua Selatan memiliki empat kabupaten cakupan. Di dalam wilayah tersebut, pemerintah memiliki kewajiban untuk membina, menjaga, dan mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya sebagai bagian dari kekayaan dan identitas masyarakat setempat.

"Selain Festival Kali Maro yang kita laksanakan saat ini, pada tanggal 6 dan 7 Oktober mendatang kita juga akan melaksanakan Festival Budaya Pokman di Kabupaten Asmat yang telah dikenal hingga tingkat dunia,"kata Paskalis.

Kemudian, menurut dia, di Kabupaten Merauke juga terdapat Festival Lima Raja Tifa, sementara di Kabupaten Mappi terdapat Festival Sejuta Rawa.

"Gubernur berpesan kepada kita semua, khususnya kepada Asisten Deputi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, agar kita bersama-sama mengangkat dan memperkenalkan kekayaan budaya yang ada di empat kabupaten dalam cakupan Provinsi Papua Selatan,"ujarnya.

Ia mengatakan, Festival Kali Maro telah masuk dalam jajaran 125 event terbaik dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Oleh karena itu, diharapkan tiga kabupaten lainnya dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengangkat dan memperkenalkan nilai-nilai budaya mereka ke tingkat nasional.

"Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pemerintah kabupaten, gereja, masyarakat adat, serta seluruh pihak yang terlibat, agar kegiatan-kegiatan budaya ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan menjadi event yang semakin berkualitas,"katanya.

Menurutnya, kegiatan hari ini merupakan sebuah bentuk kolaborasi yang luar biasa. Ada kolaborasi antara gereja yang dimotori oleh Pastor Andreas Fanumi Projo sebagai salah satu inisiator kegiatan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Pemerintah Kabupaten Merauke, serta Yayasan Kali Maro Bangkit dan seluruh jajaran yang terlibat.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena Festival Kali Maro ini dilaksanakan dan digerakkan oleh anak-anak Marind,"ujar Paskalis disela-sela sambutan.

"Karena itu, kami memberikan dukungan sepenuhnya kepada anak-anak Marind untuk terus berkembang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki,"kata dia lagi.

Paskalis menyebut, Pemerintah Provinsi Papua Selatan bakal terus memberikan dukungan, bukan hanya untuk pelaksanaan festival kali ini, tetapi juga untuk kegiatan-kegiatan pada masa yang akan datang, sepanjang kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi pengembangan generasi muda dan pelestarian budaya anak-anak Marind.

"Ke depan, kegiatan ini tentu harus kita kembangkan secara lebih masif dan lebih baik lagi. Kita berharap Festival Kali Maro tidak hanya bertahan di jajaran 125 event terbaik, tetapi dapat berkembang dan masuk ke dalam jajaran 15 besar event nasional,"harap Paskalis.

"Untuk itu, Bapak Pastor, Bapak Direktur Yayasan Kalimaro Bangkit, serta seluruh pihak yang terlibat, mari kita bersama-sama membina anak-anak muda ini sehingga masa depan festival dan budaya yang kita miliki dapat terus terjaga dengan baik,"ujarnya.

Festival Kali Maro bakal berlangsung selama lima hari kedepan yakni Kamis-Senin,1-5 Oktober 2026 di Kawasan Yonggo, Dusun Serapuh, Kampung Urumb, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.

"Selama lima hari ke depan, mari kita menikmati kedamaian, kegembiraan, dan kebersamaan di tempat ini. Kita berharap Festival Kalimaro dapat menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkenalkan kekayaan budaya Marind, sekaligus membawa pesan damai bagi kita semua,"kata dia.

Dia menambahkan, kedamaian itu akan terwujud apabila setiap insan yang hadir di tempat ini juga menjadi pembawa damai bagi sesama.

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

Tags:

Lestarikan Budaya Marind Festival Kali Maro Budaya Papua Selatan Kali Maro di KEN

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditinjau oleh admin sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait