ADINKES Papsel Berupaya Perkuat Pencegahan-Penanggulangan Kasus ATM

Bernardus
14 July 2026
43 views
2 menit baca
ADINKES Papsel Berupaya Perkuat Pencegahan-Penanggulangan Kasus ATM

Selasa,14 Juli 2026

Merauke -Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Perwakilan Wilayah Provinsi Papua Selatan perkuat pencegahan dan penanggulan kasus HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC) dan malaria (ATM) di daerah tersebut

Upaya pencegahan dan penanggulan kasus ATM itu berdasarkan penugasan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada ADINKES.

Terkait itu, ADINKES menggelar workshop petunjuk teknis integrasi AID-Tuberkulosis-Malaria (ATM) dan kebijakan nasional tingkat provinsi di Hotel Halogen Merauke, Selasa (14/7/2026).

Dari data yang diperoleh, kasus HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC) dan malaria (ATM) hingga saat ini masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang bersifat global. Ketiga penyakit tersebut tidak hanya ditandai oleh angka kesakitan dan kematian yang masih relatif tinggi.

Tapi juga menimbulkan beban sosial dan ekonomi bagi negara dan masyarakat. Secara global, setiap tahunnya diperkirakan terdapat 1,3 juta orang terinfeksi HIV, 10,7 juta orang tertular TBC serta 282 juta orang terkena malaria.

Di Provinsi Papua Selatan, hingga 2026 situasi ATM masih memerlukan perhatian serius. Estimasi Tuberkulosis tercatat sebanyak 4.606 kasus, sementara kasus HIV dan AIDS secara kumulatif kasus HIV sebanyak 392 kasus dan AIDS 220.

Pada periode yang sama, jumlah kasus positif malaria dilaporkan sebanyak 180.582 kasus. Dari total empat kabupaten/kota di Papua Selatan, belum ada kabupaten yang telah mencapai status eliminasi malaria, lantaran semua kabupaten masih dalam tahap menuju eliminasi.

Mewakili Gubernur Apolo Safanpo, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Nelson Sasarari dalam sambutannya menegaskan, kondisi tersebut menunjukan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian ATM masih harus terus diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan.

Lanjut dia, upaya tersebut bertujuan agar eliminasi ATM pada 2030 tercapai. Menurut dia, workshop ini untuk mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakukan secara bersama.

Nelson menyebut, angka AIDS maupun malaria dan TBC di Papua Selatan masih memprihatinkan. Jika tahun depan masih tetap tinggi maka perlu ditinjau kembali, ini disebabkan dari perilaku hidup.

Ia berharap perilaku-perilaku hidup itu bisa ditekan,dengan demikian secara tidak langsung angka tersebut bisa ditekan, sehingga eliminasi ATM pada 2030 dapat tercapai. 

Nelson menambahkan, apapun kegiatan yang dilakukan untuk orang asli Papua harus menjadi prioritas, lantaran menyelamatkan manusia.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

Tags:

Papua Selatan, Eliminasi ATM 2030, ADINKES, Lawan HIV AIDS TBC Malaria

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditinjau oleh admin sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait